Kepulauan Raja Ampat

Papua, Raja Ampat, Papua Barat

Deskripsi Bisnis / Tempat

Kepulauan Raja Ampat berlokasi di ujung barat laut Semenanjung Papua Barat, Raja Ampat, atau Empat Raja, adalah sebuah kepulauan yang terdiri lebih dari 1.500 pulau kecil, cays, dan shoals di sekitar empat pulau utama Misool , Salawati, Batanta, dan Waigeo, dan pulau kecil Kofiau.

Kepulauan Raja Ampat adalah bagian dari Coral Triangle yang mengandung keanekaragaman hayati laut terkaya di bumi. Sebagian besar kepulauan itu berada di Belahan Bumi Selatan, dengan beberapa pulau kecil di sebelah barat laut Waigeo seperti Pulau Sajang di Belahan Bumi Utara. Beberapa pulau termasuk bagian paling utara dari benua Australia.

Kabupaten Raja Ampat adalah kabupaten baru yang terpisah dari Kabupaten Sorong pada tahun 2004. Populasi Kabupaten baru-baru ini (pada Januari 2014) berkisar pada angka 49.048. Mencakup lebih dari 40.000 km ² daratan dan laut, yang juga dekat Teluk Cenderawasih, taman nasional laut terbesar di Indonesia. Ini adalah bagian dari provinsi Papua Barat, dulu namanya Irian Jaya.

Nama Raja Ampat berasal dari mitologi lokal yang menceritakan tentang seorang wanita yang menemukan tujuh telur. Empat dari tujuh menetas dan menjadi raja yang menempati empat pulau terbesar di Raja Ampat sementara tiga lainnya menjadi hantu, seorang wanita, dan batu.

Sejarah menunjukkan bahwa Raja Ampat pernah menjadi bagian dari Kesultanan Tidore, sebuah kerajaan yang berpengaruh dari Maluku. Namun, setelah Belanda menginvasi Maluku, hal itu diklaim oleh Belanda.

Penemuan dan pendaratan pertama yang dicatat oleh orang Eropa dari Kepulauan Ampat adalah oleh navigator Portugis Jorge de Menezes dan krunya pada tahun 1526, dalam perjalanan dari Biak, Semenanjung Kepala Burung, dan Waigeo, ke Halmahera (Ternate).

Penjelajah Inggris William Dampier memberikan namanya ke Selat Dampier, yang memisahkan pulau Batanta dari pulau Waigeo. Di sebelah timur, ada selat yang memisahkan Batanta dari Salawati. Pada 1759 Kapten William Wilson berlayar di East Indiaman Pitt menjelajahi perairan ini dan menamakannya menjadi 'Selat Pitt'. Selat ini mungkin jalur penghubung antara Batanta dan Salawati.

Sumber daya alam samudera di sekitar Raja Ampat memberikan potensi yang signifikan sebagai daerah wisata. Banyak sumber menempatkan Raja Ampat sebagai salah satu dari sepuluh tempat paling populer untuk menyelam sementara tetap mempertahankan peringkat nomor satu untuk keanekaragaman hayati bawah laut.

Menurut International Conservation, survei kelautan, menunjukkan bahwa keanekaragaman hayati laut di wilayah Raja Ampat adalah yang tertinggi yang tercatat di Bumi. Keanekaragaman jauh lebih besar daripada daerah lain yang tercatat di Coral Triangle yang terdiri dari Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua New Guinea, Kepulauan Solomon, dan Timor Timur.

Coral Triangle adalah jantung dari keanekaragaman hayati terumbu karang dunia, membuat Raja Ampat sangat menjadi ekosistem terumbu karang terkaya di dunia.

Kepulauan Raja Ampat, Papua Barat Indonesia

Koloni karang besar di daerah itu hidup dengan suhu permukaan laut yang relatif tinggi. Menunjukkan bahwa terumbu karangnya relatif tahan terhadap ancaman seperti pemutihan karang atau penyakit karang, yang sekarang membahayakan kelangsungan hidup ekosistem karang lainnya di seluruh dunia. Kepulauan Raja Ampat jauh dan relatif tidak terjamah oleh manusia.

Keanekaragaman laut yang tinggi di Raja Ampat sangat dipengaruhi oleh posisinya diantara Samudra Hindia dan Pasifik, karena larva karang dan ikan lebih mudah dibagi antara dua samudra. Keragaman, ketahanan, dan peran karang Raja Ampat sebagai sumber penyebaran larva menjadikannya prioritas global untuk perlindungan laut.

1.508 spesies ikan, 537 spesies karang (96% spesies yang luar biasa dari semua scleractinian yang tercatat dari Indonesia cenderung ada di pulau-pulau ini. Lalu, 75% dari semua spesies yang ada di dunia, ada disini). 699 spesies moluska, berbagai kehidupan laut yang mengejutkan . Beberapa daerah di tinggali oleh bermacam jenis ikan yang unik seperti wobbegong.

Kepulauan Raja Ampat memiliki setidaknya tiga kolam berisi ubur-ubur yang tidak berbahaya, semuanya di daerah Misool.

Untuk menggapai pulau-pulau agak sulit, cukup memakan waktu. Dibutuhkan enam jam penerbangan dari Jakarta, ke Sorong. Kemudian, naik perahu untuk mencapai pulau-pulau di Kepulauan Raja Ampat, Tourist Spot In Papua, Indonesia ini.

Reviews

Write a review
Over Rating
June 12, 2019
Wawan Andoko

Keindahan alam nya luar biasa mengagumkan..pulau pulau nya terlihat indah sekali sangat menakjubkan..membentang berjajar dengan laut yang sangat jernih airnya..pengin sekali berlama lama disini. Perlu perbanyak budget hotel biar bisa banyak wisatawan nusantara kesini, untuk akses kesini masih terbilang mahal karena transportasi masih sulit dan terbatas. Bila dari sorong bisa naik kapal cepat dari pelabuhan rakyat dengan harga tiket 150 rb an, perbanyak kapal kalau bisa bisa setiap jam. Biar gak perlu transit lama di sorong.

Value
Service
June 12, 2019
Tirza Theresia

Pantainya sangat bersih. Airnya jernih, bisa lihat karang dari permukaan air. Hanya disarankan untuk membawa lotion SPF tinggi, karna kulit bisa terbakar & belang. Jangan lupa juga untuk membawa peralatan snorkling.
Stamina juga harus kuat karna akan banyak aktifitas seperti hiking & snorkling.

Value
Service
June 12, 2019
Aditya Utomo

Positif:
– Ada kapal cepat dan lambat yang berangkat setiap hari dari pelabuhan rakyat di Sorong.
– Di Waisai ada penginapan dengan harga sekitar 200 ribu/kamar, bisa turun sedikit kalau tinggal beberapa hari.
– Tempat snorkeling/diving yang bervariasi.
– Bisa snorkeling/diving dengan ikan manta besar di Manta Point, Arborek.
– Beragam jenis soft coral yang bisa dilihat hanya dengan snorkeling.
– Pemandangan seperti di Panemo dan Wayag khas, jarang ditemukan di tempat lain di dunia. Selain di Raja Ampat, pemandangan sejenis bisa juga dilhat di Coron, Filipina.

Negatif:
-Sewa speedboat dan pemandu lebih mahal daripada tempat lain di Indonesia, tapi jika mencari-cari di pelabuhan Marina, Waisai bisa dapat harga terjangkau yang jauh lebih murah daripada ikut tour dengan banyak orang.

-Banyak ubur-ubur dan planton di awal bulan desember, Karena itu, air laut jadi tidak terlalu jernih.

-Untuk tahu tempat snorkeling/diving bagus harus menyewa pemandu.

-Arus di beberapa tempat snorkeling sangat kuat

Value
Service

Write a Review